[Jajan] Janji 9 Tahun Makan Sate Ayam Legendaris Podomoro







Sembilan tahun yang lalu, ada orang yang pernah janji mau traktir aku makan Sate Ayam Legendaris Podomoro, yang tempatnya di seberang hotel Melia Purosani. Kata orang itu, dulu orang tuanya, yang sekarang jadi mertuaku, pas zaman kuliah suka pacaran di sana. Iya, orang itu Pak Baba :))).

Apa kabar 9 tahun kemudian? Apakah janji itu sudah terlaksana? Alhamdulillah, setelah menunggu dan menagih janji surga tersebut, akhirnya jadi juga kami ke sana. Itu juga karena diajak Mama Daddy, mertuaku, yang pengin nostalgia ke sana.

Hari Kamis, sepulang aku kerja, kami langsung cuss ke Sate Ayam Podomoro. Sampai sana, TUTUP pemirsa!!! Kata tukang parkir setempat, jam segitu sudah habis, ya ampiunn. Dan, mereka hari Jumat libur. Untungnya, hari Sabtu saat kami ke sana, warung itu buka. Kami sengaja datang jam 11 pagi, takut keabisan.

Ini dia suasana warungnya. Sambil menunggu pesanan datang, kami nyemil-nyemil kerupuk dan emping selebar kipas. Empingnya enak banget, renyah, terasa masih baru. Mungkin memang selalu stok baru karena cepat habis yah, karena pas kami ke sana memang ramai banget. Menurut penuturan Mama, dulu zamannya kuliah, sekitar tahun 70'an *ya ampiun jadul abizz :)))* bentuknya bukan warung kayak gini, kecil, dan makannya di luar. Pada saat itu juga belum banyak warung sate yang enak, jadi memang hits banget deh Si Podomoro yang buka sejak 1959 ini.





Setelah sedikit bernostalgia, akhirnya pesanan kami datang. Sebelum pesanan sate datang, es kopyor yang menggiurkan ini menyapa duluan. Wah ini bener-bener es kopyor! Tekstur daging kelapanya emang beneran kopyor yang ancur itu. Wuenakkk!



Lalu, satenya mana?? Ini dia penampakannya! Rasanya? Hmmm, memang lain dari sate ayam yang biasa kumakan. Rasanya lebih kayak ayam bacem, terasa rasa ketumbarnya. Kalau sate ayam biasanya kan lebih terasa bumbu kacangnya. Selain itu, sate ini nggak semuanya daging, ada kulit dan ati ampelanya juga. Dan mungkin karena ayam kampung, jadi teksturnya juga sedikit alot. Alhamdulillah wasyukurillah, kami bisa menikmati semua sajian dengan tenang karena Yang Mulia Kalasara tidurrr yey yey yey!





Meski nggak seempuk sate langganan di sebelah terminal Concat dan Gejayan, tapi pengalaman makan sate ayam Podomoro yang terkenal ini boleh juga. Menurutku, rasanya memang unik, dan juga mungkin karena ada unsur penasaran dengan janji manis Pak Baba di masa lalu.

Buat kamu penggemar sate, wajiblah ya nyobain sate legendaris di Jogja ini!

Kiddos Note: Tidak ada baby chair, warung nggak terlalu panas meski tanpa AC karena kipas gantungnya besar, warung cukup berasap *yaiyalah warung sate*, cukup bahaya kalau ngumbar anak karena bener-bener persis pinggir jalan. 

Luvv,
@diladol

CONVERSATION

11 komentar:

  1. Replies
    1. Sekarang udah mba :)). Tapi mungkin satenya udah abis hihihi. Thankyou sudah mampir yah ;)

      Delete
    2. Sekarang udah mba :)). Tapi mungkin satenya udah abis hihihi. Thankyou sudah mampir yah ;)

      Delete
  2. kok bisaa Kala tidur dengan nyenyak di atas meja. Hahaha...

    ReplyDelete
  3. Aku belum pernaaaaah. Nagih siapa ya?

    ReplyDelete
  4. Sate, makanan favorit banget. Mau dimasaknya enak atau engga, namanya sate pasti enak. Duh itu kopyornya mbaak, dari gambarnya aja seger~

    ReplyDelete
  5. aku pernah mau ke sini gagaal. sama cak amat kotabaru enak mana kak?

    ReplyDelete
  6. jangan lupa cek blog kita ya kak http://jajananenakmurah.blogspot.co.id/2016/11/cireng-goreng-cireng-crispy-jajanan.html

    ReplyDelete

Back
to top