[Resep Kokidol] Pindang Patin, Ya Ampun Siapa sih Penemunya?

 

Sebagai food enthusiast yang kuper, aku merasa gagal karena baru sempat mencicipi pindang patin empat tahun lalu. Saat itu ada arisan keluarga di rumah saudara dan suguhannya masakan surgawi yang diberi nama pindang patin. Ya Allah, kemana aja aku selama ini belum pernah nyoba kuliner khas Palembang ini? Sibuk mengais recehan buat beli minyak dukun young living.

Setelah pertemuan pertama yang menyisakan kesan mendalam itu, aku jarang memadu rindu lagi dengan si pindang. Sampai akhirnya kemarin saat bertandang ke rumah saudara lagi, aku kembali ketemu sama si pinpat, pindang patin. Dia masih belum berubah, masih lembut, seger, asam, pedas, dan nikmat! Sejak itu aku berjanji pengin bisa masak sendiri di rumah.

Ah, jannjiku itu akhirnya nggak cuma omdo belaka kayak biasanya. Kemarin pas jalan-jalan gaul ke pasar Jambon, nemu ikan patin yang melambai-lambai minta diadopsi. Langsung ingat sama si pinpat! Aku beli seekor ikan patin dengan harga 11 ribu. Wihh murah ugak! Sambil lanjut jalan gaul, aku langsung cuss ke blog kiblat aku JTT untuk nyontek bumbu dan bahan apa aja yg harus dibeli. 


Keesokan harinya, saking nggak sabarnya pengin eksekusi si pinpat, aku bangun pagi banget dari biasanya. Uprek-uprek dapur modifikasi resep dari Mba Endang JTT, jadi deh si pinpat PINDANG PATIN OMG! Aku habisin waktu satu jam karena sambil foto-foto, meski hasilnya juga mbuh kae :))). Kalau nggak pake sok-sokan jepret-jepret, aslinya masak ini nggak lama dan nggak ribet kok. Ini kubocorin yah resepnya ;)



PINDANG PATIN OMG 

1 ekor ikan patin, potong jadi 5 bagian.
1 butir jeruk nipis untuk melumuri ikan.
1 sdt untuk lumuran ikan.
Lumuri ikan dengan garam dan air jeruk, diamkan sambil nyiapin bumbu dan bahan.


Bumbu halus (boleh diuleg atau blender asik):
5 buah cabe merah keriting
5 butir bawang merah
4 butir bawang putih
1 ruas jari kunyit

Bumbu iris-iris:
2 ruas jari jahe
2 ruas jari lengkuas
2 buah tomat belah 4
2 batang daun bawang potong sedang

Bumbu tambahan
4 lembar daun jeruk
4 lembar daun salam
2 batang serai geprek kejam
1 ikat kemangi petik daunnya
2 mangkok air

1 sdt garam
1 sdt gula pasir
1 sdm gula jawa
2 butir jeruk nipis peras airnya

Saatnya srang-sreng-plung!

  1. Sucikan ikan patin lalu rebus selama kurleb 3 menit. Setelah itu, angkat dan buang airnya.
  2. Tumis bumbu halus, tambahkan bumbu iris, limpahi dengan air kurbel 1-2 mangkok. 
  3. Masukkan ikan patin dan bumbu tambahan. Ngaduknya nyantai aja, jangan terlalu menggebu biar patinnya nggak ancur. Icip-icip rasa, kalau uda pas, tunggu sementara waktu sampai patin lebih tanak dan matang. Ini nggak lama kok.
  4. Jika dirasa udah mau mateng, cemplungin seikat kemangi di atasnya, aduk santai banget sebentarr aja. SELESAI.
 
Pas aku icipin hasilnya, YA ALLAH SURGAWI BANGET, kenapa baru masak sekarang ya Allah, kenapaaaa? Resep yang aku modif dari Mba Endang JTT itu kusesuaikan sendiri takarannya ya, karena aku hanya pakai 1 ekor patin. Dannn, yang paling kerasa mungkin bagian dikurangin banget cabenya, orang rumah nggak ada yang suka banget pedes, hiks. #pengorbananistrisoleha2016. But, but, but, hasilnya NTAPSSS. Thankyou Mba Endyang idolaku sepanjang waktu.

Cobain yuk resepnya :)
Oiya, btw, jadi siapa penemu pindang patin ini ya? Kasih tahu ya kalau kamu tahu, wkwkwkw. Jenius banget beliaunya~ :))

Salam pindang,
IG/twitter @diladol




CONVERSATION

6 komentar:

  1. aku kurang suka makan ikan, tapi suamiku suka. Kapan-kapan bikin, ah. ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. bikin untuk suami yah mbaa #istrisoleha2016 hihihi

      Delete
  2. Ini ueeeeenaaaaaaaaak, icip dikit aja surgawi rasanya

    ReplyDelete
  3. Ini mirip woku blanga Manado mbak :D persis resepnya hanya saja woku nggak pakai gula jawa, gula pasir. Ditambah serai juga. Enaaak ini :D

    ReplyDelete
  4. jangan lupa cek blog kita ya kak http://donatfarian.blogspot.co.id/2016/12/donat-youtiao-from-china.html

    ReplyDelete

Back
to top