[Jajan] Jelajah Kuliner Surabaya yang Memporakporandakan Mulutque


Woah. Kuliner Surabaya emang TOP. Sebelum sampai aja aku udah ngebayangin dan ngedaftar kuliner apa aja yang mau kucobain. Sekonyong-konyong, mulut ini menahan liur yang bisa menyergap kapan saja.

Seperti janjiku di post sebelumnya, sesi kulineran akan aku ceritain di sini, yah! Untuk sarapan selama di Surabaya kemarin, aku emang masak di penginapan, apartemen via AirBnB gitu.

Baca: Masak di Dapur Gaul Dapur Impian Apartemen Educity Surabaya

Dah, langsung mulai aja yes!

1. Bebek Sinjay Jalan Ahmad Yani



Wajib ain. Pernah nyobain bebek ini, tapi nggak on the spot. Waktu itu dibawain Mamaku dalam kondisi telah dingin sedingin hati gebetan yang nggak kunjung luluh. Jadi, rasanya juga kurang maksimil, apalagi sambal pencitnya tidak ikut serta.

Kali ini aku cobain yang di Jalan Ahmad Yani. Satu porsi bebek sudah sepaket dengan nasi, sambal pencit (mangga muda), dan minum teh seharga 30ribu.

Nasinya bener-bener segunung sih! Edun ini mah. Bebeknya lembut banget banget, bumbu kremesnya juga juara, duh! Saat cuilan bebek dipadu sama sambel pencitnya yang pedas luar biasa, mulut ini beneran dibikin porak poranda! Tuntas rasa penasaran.

Harga: 30ribu.

2. Nasi Cumi Pasar Atum


Yang bener Pasar Atum atau Atom, sih, ya? Pokonya itulah yah. Ini juga E-N-A-Q-U-E . Satu porsi nasi cumi spesial terdiri dari nasi putih, bakmi goreng, bakwan udang, cumi pedas, dan telur glondongan.

Rasa yang mendominasi adalah manis pedas. Tumisan cuminya sedap banget berlumur tinta. Sambalnya juga dijamin membuat pelipis kita mengucurkan butir-butir keringat kenikmatan.

Harga: 33ribu

3. Penthol Bakar di Food Festival



Hemm. Ini juga nikmat. Dan pedas. Hahaha, semua masakan Surabaya pedes-pedes, ya? Tapi, yang ini bisa kok pesan yang nggak pedas, nanti nggak akan dikasih sambal.

Penthol ini semacam cilok dengan ukuran lebih kecil dan berjumlah banyak dalam 1 tusukan. Jadi, kayak sate. Pilihannya dalam satu porsi ada tiga: penthol, tahu, dan telur puyuh. Nanti pas pesan, penjual akan tanya, "Campur atau nggak?" . Sayangnya, aku nggak begitu jelas menerimanya, kayak pakai logat yang sulit kupahami karena cepets banget. Jadinya aku kelewat nggak pesan telurnya.

Semakin menyerupai sate karena tusuk-tusuk penthol itu diguyur dengan lahar bumbu kacang yang legit. Lalu, dikucuri dengan manisnya kecap. Sambelnya enak kayak sambel di sate taichan. Manteps!

Harga: 12 ribu

4. Nasi Cumi di Food Festival


Pak Baba donk, pesen lagi nasi cumi di tempat yang berbeda. Sepertinya dia terlena dengan racikan maut bumbu-bumbu tajam dari menu ini. Sama enaknya sih bagiku, puedesssnya pol! Cuman, kok aku lebih suka yang ini yah? Rasanya mutlak pedez absolut!

Harga: 30 ribu

5. Kentang Twister di Food Festival Pakuwon


Nggak ada yang istimewa sih dengan jajanan ini. Posisinya, yang Kala bisa makan aja makanya dibeli, hehehe. Tapi, seneng sih jajan ini. Seingetku dulu jajajan ini tu rasanya mehong bambina gitu. Kayak cuma sosialita yang bisa beli, hahaha. Ya sekali-sekali nyenengin anak. Dan, enak juga loh, kentang dibumbu bubuk bbq, ada sosis dan mayonesnya juga. Kala lahap!

Harga: 20ribu

6. Budae Jigae di Kimchi Go Tunjungan Plaza 4


Ampun deh nih! Suatu perbuatan nekat weekend-weekend ke Tunjungan Plaza. Ruamenya puoll. Cendol berass. Orang semua isinya. Meski sering ke Surabaya, jarang banget aku ke sini, jadi kali ini disempetin deh.

Makan di Kimchie Go juga nggak sengaja, sih. Udah lelih banget muter-muter, mana Kala tidur kugendong, Ya Allah nggak bawa stroller. Rencananya kami mau makan di Sate Klopo, apa daya udah terlena sejuknya AC, jadi udah males banget keluar lagi dan keburu laper.

Rasanya ya biasalah, malah kebanyakan tahunya nih Jigae, padahal biasanya kan Budae Jigae full daging-dagingan yah? Hmmm.

Harga: 30-40ribu, lupaa >.<

7. Kkuldak di Foodcoury Tunjungan Plaza


Seneng bengatt nemu konter ini di TP. Di Jogja nggak ada, dan sering lihat reviewnya di youtube. Gaul juga deh Surabaya, LOL. Karena bete masak cuman makan di Kimchie Go yang di Jogja pun ada, jadilah aku sikat juga camilan ini.

Enakkk. Rasanya pedes manis. Manisnya lebih kuat daripada asin. Malah aku nggak begitu nemu rasa asin di lumuran sausnya. Isinya ayam popcorn, hashbrown, dan teokpokki. Asli sih, langsung berasa urban Korea, LOL

Harga: 40ribuan size reguler

8. Es Krim Zangrandi


Nah, yang ini udah janji mau traktir ponakan-ponakan, The Precils di sini. Udah pernah ke sini sebelumnya, tapi pengin lagi. Warung ini semacam warung es krim tempoe doloe yang asyique bengat tempatnya, menu es krimnya juga otentik khas es krim jadoel gitu.

Asyiknya, es di sini nggak gampang cair dan rasanya unik, nggak kayak es pabrikan gitu.

Kalau di Jogja mirip seperti Es Krim Tip-Top yang entah masih buka atau tidak.

Harga es krimnya kalau yang potong emang lumayan sih, sekitar 20-30an ribu. Lebih mahal dari yang per scoop. Tapi, porsinya juga gedakkk bengat. Bisa kalik buat berdua biar romantisan gitu, hehehe.

Nah, dah kenyanggg dah puwwass. Dah abeezz uang jajannya jugak, LOL. Cukup sekian jelajah kulinernya yah! Aku puassss sih sesi jajan-jajan kali ini. Pak Baba support penuh tanpa protes semua list yang kurencanain, hehe. Sungguh bukan hal yang mudah, ngais. Yah meskipun harus skip Sate Klopo karena situasi dan kondisi, tapi overall sukseslah impian kuliner Surabaya kali ini ^^. Thankyou Pak Baba dan The Precils!

Kalok kalian di Surabaya, paling favorit jajan dimana?

Love,
@diladol

CONVERSATION

0 komentar:

Post a Comment

Back
to top