[Jajan] Ikan Bakar Rasa Sayange Jogja, Tak Kenal Maka Tak Sayang


Ini kali kedua aku cerita tentang warung Bu Ning Rasa Sayange Ikan Bakar khas Sulawesi di blog ini. Warung ini masuk di list on the spot teratas tempat favorit aku dan pak baba (listnya bisa dihitung dengan jari sebelah tangan, saking sulitnya penyatuan selera kami).

 Jadi, semenjak makan kali pertama di warung ini (yang aku merasa mahal hahaha) ternyata mengakibatkan efek ketagihan donk!

Cerita kali pertama bisa dibaca di sini: Rasa Sayange, Makan Ikan Bakar Paling Segar

Setelah itu, kami sering banget jajan di warung ini. Sampai Pak Baba bilang, ini colo-colonya mengandung ganja, saking bisa bikin kami gemar akut. Pak baba paling ikhlas keluar duit buat jajan hanya di warung ini. Set.

Karena suka banget, hasrat untuk merekomendasikan tempat ini ke orang-orang pun cukup besar. Jadi, waktu itu kami mengajak (seperti jedekan anda) keluarga Precils, hehe, pas jalan-jalan ke Jogja. Kebetulan aku bawa kamera, jadi sekalian upgrade foto dari postinganku yang sebelumnya rada burem.

Dulu kan aku sempat kaget karena di warung ini terkesan mahal dan ngitungnya nggak jelas. Tapi, setelah kami mengenalnya lebih dalam, semua rasa was-was itu berubah jadi sayang, hahaha. Sekarang, kami udah tahu hitung-hitungan paketnya. Trus, selalu kami bilang, murah tauuuk!

Jadi, di warung ini sistemnya paket. Saat kita memesan ikan/cumi/udang itu berarti sudah lengkap dengan nasi/ubi, sambel colo-colo, oseng sayur, dan minum. Mantep kaaaaaaaaaan?

Sekarang, kami sudah punya menu favorit tiap ke sini. Nih, ya, kubocorin menu yang kami gilai di warung Bu Ning Rasa Sayange.

Ikan barakuda (55ribu/paket). Ikan ini panjang bengat dan seringnya sih emang gedak banget bisa buat berdua atau bertiga. Kalok mau puas ya berdua deh.Teksturnya lembut dagingnya putih.


Ikan Sarden (50ribu/paket). Ikan ini termasuk yang ukurannya besar dan rasanya khas ikan laut yang gurih dan bertekstur. Warna dagingnya agak cokelat.


Cumi bakar (30ribu/paket). Wah parah deh cumi ini paling enak sedunia akhirat, asli. Mereka mengklaim untuk cumi dan udang nggak dibumbuin, jadi rasa aslinya. Wagelaseh pokoknya gurih banget dan nggak alot! MUST TRY!!!


Ubi rebus. Well, setelah tahu kenikmatan duniawi surgawi perpaduan ubi dan ikan dan sambel colo-colo begitu menggelegar di mulut, aku nggak pernah lagi pesen nasi. Asli, mantep. Cobain deh! Sepiring ubi ini isinya ubi manis, pisang, dan singkong. Kalok aku biasanya skip singkong.


Kalok sambel colo-colo dan dabu-dabu nya nggak usah dibahas lagi, itu udah puncak kenikmatan. Nggak ada yang nandingin deh, colo-colonya khas banget! Nggak ada yang kayak gini di resto lain. Biasanya resto lain menyajikan sambel colo tanpa kuah dan cuma seumprit doank kan ya? Di sini, kita dapet SEPIRING PENUH! Kuahnya banyak tomatnya banyak, asembuh, nikmat sekaleee~


Baca jugak: Katombo Jogja, Makan Ikan Bakar Khas Sulawesi Gaya Fancy

Kalok yang dabu-dabu, si sini bentuknya sambel lembut gitu, pedas dan enakkk. Intinya aku nggak bisa bikin hahahaha.

Sekarang, kronologi dan tata cara jajan di warung ini yah, LOL. Biasanya kami datang berempat, aku, pak baba, oma, dan kala. Sampai di warung, langsung pilih ikan. Biasanya 1 ikan besar (barakuda/sarden), 1 ikan kecil (kerisi), 1 cumi. Atau kalok cumi habis cukup 2 ikan besar. Fyi, semua menu di sini dibakar ya. Bisa bakar original, ada juga bakar rica. Bakar rica ini enak banget sih, tapi kami biasanya pilih ori.

Lanjut, geser ke konter colo-colo untuk pesen minum. Plus, pesen mau ubi atau nasi. Sayur biasanya: kangkung, jantung pisang, dan daun pepaya. Kita akan dapet semua jenis. Srllp.

Tunggu duduk di bangku, nggak lama pesanan datang karena ikannya sudah dibakar, tinggal diangetin.

Kalok udah, bayarnya ke kasir. Tinggal bilang tadi makan ikan apa aja. Biasanya Pak Ning/Bu Ning sudah mencatat. Kita nggak ditanya lagi minumnya apa atau sayurnya berapa dll. Lansung divonis bayar berapa karena yang dihitung ikannya. ;)


Nah, warung ini juga ada di go food ya. Kalok di go food, udah per paket juga harganya. Aku nggak tahu apa bisa nambah nasi atau gimana. Karena, kalok makan langsung di warung nggak pernah masalah ikan 2 ekor nasinya 3 piring, hehehe.

Kalok ada referensi ikan bakar khas Sulawesi sejenis lainnya di Jogja, mau donk infonya. Nanti biar eke bandingkan dengan RASA SAYANGE SAYANGKU KUKUUW~~ LOL.



Love,
@diladol




CONVERSATION

2 komentar:

  1. Ikan Bakar Katombo, di deket Rogoyudan, tapi bentuk e Restoran dan sepertinya jauh lebih mahal daripada di Bu Ning :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. itu juga enakk :D, sudah pernah kutulis juga di blog ini, dan memang mayan harganya hehehehe

      Delete

Back
to top