[Jajan] Kepik Sawah Resto, Godean Vibes Gaes!


Akhir-akhir ini lagi rada males pergi ke mal (WOOOOW, padahal biasanya Duta Mal Indonesia, meski beli-beli juga enggak). Rasanya sumpek aja gitu. Penginnya refreshing ke tempat-tempat yang ada pemandangannya, dan yang nggak ribet nyari parkir sampe ke bawah-bawah atau atas-atas tanah. Dan, yang nggak jauh dari rumah. Yaaaa, Bunda-Bunda banyak mau yeee.

Jadi weekend kali ini, kami putusan untuk explore Godean, yang deket-deket dari rumah. Kami nyobain makan siang di Kepik Sawah, warung yang berada tepat di tepi sawah daerah Jalan Godean km.9. Sudah denger bisik-bisik tetangga sebelumnya kalok warung ini tempatnya asyik, dan harganya nggak mehong. Baique, sepertinya patut dicoba di era pra paceklique week begini. Maklum yha, habis gajian juga auk deh tuh duit cepet amat raibnya, LOL.

Begitu masuk, sukak karena parkiran lumayan luas dan pas nggak penuh. Kami langsung disambut semilir angin yang lagi nggak santai banget. Warungnya semi outdoor dan outdoor, jadi no AC-AC club lagi, yah. Wow, bangga juga owe jadi terkesan go green akhir-akhir ini.

Baca juga: Nanamia Pizzeria Tempak Anak-Anak Main dengan Ceria


Warungnya terdiri dari satu pendopo utama, satu gubuk besar lesehan, dan dua bilik gubuk lesehan kecil. Selain itu, ada meja-meja yang terletak outdoor di tengah-tengah tanaman-tanaman lebat penuh keasrian. Seketika jadi merasa seperti Tarzan Betawi.




Konsep warung yang kutangkep sih, a la tempo doloe dan Jawa, gitu. Pernak-pernik yang dipasang adalah barang-barang vintage. Musik yang diputer gending Jawa. Hmm, kayak ada di acara mantenan. Bahkan, pramusajinya berpakaian surjan dan jarik.





Menu-menu di sini juga masakan Jawa rumahan dan cukup banyaaaak, begitu pula dengan minumannya. Ini dia pesenan kami.

Garang Asem (25ribu)


Tertulis di menu ini adalah menu spesial. Tapi, bagiku rasanya kurang memadai disebut sebagai garang asem, hehe. Lebih mirip opor karena rasa asamnya kurang kuat. Disajikannya di wadah yang cukup unik, tapi malah bikin repot makannya, wkwkwk.



Nila Bakar Manis (17ribu)


Hmmm, nila bakar ini enak, sih. Bumbu manisnya meresap sampai ke dalam daging ikan. Recomended. Cuman, sambal terasinya kurang pedes, cucok untuk yang nggak suka pedas.

Nila Bakar Bumbu Katjang (18,5ribu)


Wah, yang ini enak. Rasanya kayak sate. Bumbunya kaya rempah dan terasa smooky. Nyam. Menu ini pantas dikasih bintang :).

Jamur Krispi (13ribu)


Nilai plus karena porsinya guede bangettt, bisa kalik buat berdua atau tiga. Jenis krispinya juga bukan kripsi yang kayak ayam krispi gitu, tapi tebel tepung tapioka gitu (cmiiw). Meski sedikit keasinan untukku, tapi Kala doyan bangettt.

Mendoan (8ribu)


Yha, seperti mendoan rumahan pada umumnya. Tempe tepung ini terasa rumahan karena tepungnya tebel dan nggak terasa pakai tepung bumbu instan, jadi kayaknya dibumbui manual. (((Manual)))

Es Tape Susu (7,5ribu)


Ini enak seger dan nggak terlalu manis. Recomended jugak.

Es Limun Lecy (10ribu)


Penasaran aja cobain botol minuman yang ada di meja. Rasanya seger banget, semacam soda rasa leci. Es batu dipesan terpisah seharga 3ribu.

Oiya, makanannya belum termasuk nasi, ya. Kami pesan nasi wakul kecil 13 ribu.

Semua harga nggak ada pajak.

Untuk menu lainnya, bisa diintip nih udah aku kepoin, hehehe.




Kami makan lahap, sementara Nala juga leyeh-leyeh dengan kursi kebesarannya. Kebetulan anginnya lagi kenceng banget, kayak makan di pinggir pantai jadinya.


Overall, tempat ini oke juga buat refreshing bareng keluarga. Adem, makanan cukup terjangkau walau nggak bisa dibilang murah juga sih, hehe. Tapi, suasananya cukup asyikk. Btw, Pak Baba sempat komen, coba kalok musiknya nggak melulu gending Jawa mungkin tambah asyik, misalnya lagu-lagu jadul era 80-an? Hehehe.



Note for kiddos: Tidak ada AC, makanan variatif, ada babychair, angin sepoi-sepoi (walaupun pas kami dateng kenceng banget, mungkin bayi-bayi butuh topi?). Oiya smooking non smooking kayaknya nggak ada, tapi kebetulan pas nggak ada yang smooking, sih.

Love,
@diladol






CONVERSATION

0 komentar:

Posting Komentar

Back
to top